Manusia Setelah Kewafatan Nabi Isa Di Akhir Zaman

Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, "Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya." {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat. 

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH

Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda "Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan 'Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya.'" {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat." {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda "Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom." {4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda "Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi 'Allah'." {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam'an, "Saad mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi." {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka." {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya'la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda "Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji." {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda "Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman, "Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya." Abdullah bin Amr berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda "Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata "Apakah kalian akan patuh?" Mereka menjawap "Apa yang Anda perintahkan?" Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala." {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda "Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah." Aisyah berkata, "Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, "Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya." {12} maka itu telah selesai." Baginda bersabda "Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai." Abdullah Ibn Umar bertanya, "Itu sungguh terjadi?" Baginda SAW menjawap "Ya, itu sungguh akan terjadi." Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu' dari Abu Hurairah : "Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, "Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini?" {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam'an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan, "Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)

API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA

Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda, "Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun." {16}

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata, "Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?" Rasulullah SAW menjawap "Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat." {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda "Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia." Rapa sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?" Jawap Baginda, "Jangan pergi ke Syam." {18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari." {19}

Dalam Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda, "Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda "Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah. {21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab Fadha 'il asy-Syam karangan ar-Rab'i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran." Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab'i dalam Fadha'il asy-Syam dari Maimunah binti Sa'd. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali. {23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi 'Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria). {24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :

Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan. Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan. Golongan kedua  ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim : dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain. Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil "Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga." {25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan "dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta," dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a'lam.

Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________
1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami' al-Ushul, X, h 410
5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits  no. 5516
6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab 'Fitnah', Sub-bab 'Penyebutan Dajjal', hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala' Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
8. Shahih al-Jami' ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab 'Fitnah', Sub-bab 'Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah'. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
12.  Q.S At-Taubah : 33
13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906
14. Bersenggama bermaksud bersetubuh
15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245
16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca  Shahih al-Bukhari, Bab 'Keutamaan Orang Ansar' (Fath al-Bari, VII, h 272)
18. Jami' al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami' ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
20. Shahih al-Jami' ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
22. Shahih al-Jami' ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
25. QS  Maryam 85-86
26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259
 

Pembohongan Lokasi Bahtera Nabi Nuh as

Adapun hal-hal mengenai bahtera Nabi Nuh as ini sesungguhnya Allah SWT telah meninggalkannya sebagai salah satu daripada tanda-tanda kebesaran-Nya, agar seluruh umat manusia yang datang setelahnya dapat mengambil pengajaran dari kejadian yang dialami oleh Nabi Nuh as dan orang-orang yang bersamanya yang kemudian diselamatkan dengan bahtera itu sementara orang-orang yang kafir terhadapnya ditenggelamkaan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :
Dan demi sesungguhnya! Kami telah jadikan bahtera itu sebagai satu tanda yang menjadi pengajaran, maka adakah orang yang mahu beringat dan insaf? Oleh itu, perhatikanlah bagaimana buruknya azabKu dan kesan amaran-amaranKu. (Surah al-Qamar 15-16)
Manakala keberadaan bahtera tersebut setelah Allah SWT menyelamatkannya berserta orang-orang yang bersama Nabi Nuh as juga telah disebutkan didalam firman-Nya :
"Dan (setelah binasanya kaum kafir itu) diperintahkan kepada bumi dan langit dengan berkata: "Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit berhentilah dari curahan hujanmu". Dan (ketika itu) surutlah air, serta terlaksanalah perintah (Allah) itu. Dan bahtera Nabi Nuh itupun berhenti di atas Gunung "Judi", serta diingatkan (kepada kaum kafir umumnya bahawa): "Kebinasaanlah akhirnya bagi orang-orang yang zalim". (Surah Hud : 44)
Ada yang mengatakan bahawa bahtera tersebut berada di Armenia, ada pula yang mengatakan ia berada di Iraq, dan ada juga yang mengatakan lokasinya adalah di Turki atau juga di daerah Yaman. Mereka yang mengatakan bahwa bahtera Nabi Nuh as tersebut berada di Armenia berdasarkan pada apa yang diberitakan didalam Bible (Israiliyat) bahawa bahtera itu terdampar di Ararat. {1} Namun ada juga yang mengatakan bahawa Ararat bukanlah sebuah bukit akan tetapi ia adalah sebuah perbukitan yang memanjang antara Armenia, Turki dan Iraq bahagian Utara, sementara bukit Judi adalah salah satu bukit dari perbukitan Ararat itu. {2}

Sementara itu, pihak yang mengatakan bahawa bahtera Nabi Nuh as berada di Yaman telah mengemukakan beberapa hujah - antaranya :
1. Bahawa tidak pernah terjadi air bah di daerah Asia Tengah yang menjadikan bahtera Nuh berada di Armenia sebagaimana disebutkan berbagai sumber sejarah dan hasil dari penelitian orang-orang Amerika di Laut Mati dan daerah-daerah sekitarnya pada tahun 2005.
2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahawa asal muasal kaum Nuh adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang Yaman yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.
3. Lokasi gunung yang disebut dengan Tanur yang disebutkan didalam Al Quran ; berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.
4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh as berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah Nahm yang juga nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana disebutkan didalam Taurat.
5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as. {3}
Sementara itu, Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahawa bahtera tersebut berada di air selama setahun, melewati Baitullah dan melakukan perputaran (thawaf) sebanyak tujuh kali, lalu Allah SWT mengangkatnya agar tidak tenggelam, seterusnya bahtera tersebut menuju ke Yaman dan kembali ke Judi dan berlabuh di sana. Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi di dalam tafsir masing-masing menjelaskan bahawa Bukit Judi berada di daerah Jazirah berhampiran al Maushul.

Ibnu Katsir menjelaskan bahawa Bukit Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur Jazirah Ibnu Umar hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul, (panjang bukit itu) dari Selatan hingga Utaranya sepanjang tiga hari perjalanan dan memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit yang hijau kerana ditumbuhi pepohon dari eek (kayu) yang disampingnya terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat tinggal orang-orang yang diselamatkan bersama Nabi Nuh as. Berkenaan lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahawa tidak hanya satu orang ahli tafsir yang menyebutkannya. {4}
Penulis tersohor, Muhammad Isa Dawud dalam bukunya "Siapakah Penghuni Bumi Sebelum Manusia" menyebut bahawa bahtera Nabi Nuh as tidak berada di Gunung Ararat. Hal itu hanyalah "permainan" pihak-pihak tertentu supaya para pengkaji (terutama dunia Islam) tidak pergi ke lokasi lain yang mana berkemungkinan menjadi lokasi sebenar bahtera berharga itu terdampar. Dalam erti kata lain, ada pihak tertentu yang sengaja menggembar-gemburkan kewujudan bahtera itu di Gunung Ararat atas faktor-faktor tertentu. Fakta yang mana ramai umat Islam di dunia terlepas pandang ialah ; penyelidikan bahtera Nabi Nuh as (di Ararat) semuanya dilakukan oleh sarjana Barat berdasarkan Bible. Sumber dari Britannica Encyclopedia menyebut :
The name Ararat, as it appears in the Bible, is the Hebrew equivalent of Urardhu, or Urartu, the Assyro-Babylonian name of a kingdom that flourished between the Aras and the Upper Tigris rivers from the 9th to the 7th century bce. {5}
Gunung Ararat yang ketinggiannya mencecah 4,267 meter dengan puncak yang sering diliputi salji ini terletak di Turki. Hal ini mengelirukan kita kerana kajian-kajian terkini menunjukkan banjir besar itu tidaklah sampai begitu jauh hingga ke Turki. Daratan Mesopotamia diduga kuat sebagai lokasi berlakunya banjir besar zaman Nabi Nuh as. {6} Namun hal itu bukanlah mustahil kerana keluasan banjir itu pun masih dipertikaikan para pengkaji.  Al-Quran pula menamakan gunung tempat berlabuhnya bahtera itu sebagai Bukit Judi. Sememangnya ada sebuah bukit yang berketinggian 4000 meter di wilayah Butan, yakni kurang lebih 40 km di sebelah Timur Laut Pulau Ibnu Umar. {7}

MISTERI BAHTERA DAN PROPANGANDA YAHUDI 

Kemungkinan ada pihak-pihak tertentu dalam kalangan Yahudi Zionis yang sengaja mempromosikannya selain menambahkan mitos-mitos di sekitar Gunung Ararat. Diantara mitos berkaitan bahtera Nabi Nuh as ialah ; barang sesiapa yang berjaya tiba di kemuncak gunung ini tidak akan mati sebelum mencapai usia 100 tahun. Walau bagaimanapun, mitos ini ternyata gagal apabila sudah terlalu ramai yang berjaya mendakinya dan meninggal sebelum usia 100 tahun.
Catitan sejarah melakarkan, Tsar Nicholas II Rusia menghantar satu ekspedisi ke Gunung Ararat pada 1916-1918. Fakta yang menyatakan bahawa Nicholas turun takhta semasa Revolusi Februari pada awal Mac 1917 (Kalendar Gregory) sama sekali tidak benar. Beberapa sumber-sumber meletakkan tarikh ekspedisi tersebut pada 1916, ("tentera diraja Rusia diandaikan telah menghantar kira-kira 150 orang ke Gunung Ararat pada tahun 1916 untuk mencari sebuah objek besar yang dikatakan sebagai blok bandar raya"). {8} Hasil dari siasatan itu telah dihantar pulang kepada Tsar Nicholas II, malangnya belum pun sempat laporan siasatan itu sampai ke tangan baginda, Revolusi Bolshevik 1917 meletus. {9} Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan General Leon Trotsky. Sehingga sekarang masih lagi belum diketahui samada segala ‘laporan siasatan’ itu masih disimpan atau dimusnahkan. 

Pada tahun 1953, seorang Yahudi bernama George Jefferson Green yang sedang memandu helikopter di sekitar puncak Ararat terlihat sesuatu yang mirip sebuah kapal. George Jefferson Green berjaya mengambil beberapa buah gambar, sebelum kesemua gambar-gambar tersebut hilang 10 tahun kemudian dan dia dibunuh. {10}

Pada 1955, seorang pengkaji warga Perancis yang tidak diketahui agamanya Fernand Navarra telah dilaporkan menjumpai 5 buah sisa-sisa potongan kayu di sekitar Gunung Ararat. Kajian oleh The Forestry Institute of Research dan Experiments of the Ministry of Agriculture di Sepanyol mendapati kononnya usia potongan-potongan kayu tersebut berusia sekitar 5000 tahun. {11} Kebetulan ia sesuai dengan masa yang diperkirakan berlakunya banjir besar pada zaman Nabi Nuh. Penipuan ini berjaya dibongkar apabila sebuah kajian dilakukan di sebuah universiti di Amerika Syarikat dan di Britain. Hasilnya, usia kayu itu tidak lebih daripada 1400 tahun sahaja. {12} 
Kesimpulan yang dapat dibuat ialah, mungkin apa yang digembar-gemburkan di Gunung Ararat itu bukanlah bahtera Nabi Nuh as. Lokasi sebenarnya entah di mana, mungkin juga di Bukit Judi seperti yang dinyatakan dalam Surah Hud ayat 44. Di kala seluruh dunia dan umat Islam sibuk dengan penemuan di Gunung Ararat, mungkin satu pihak lagi telah pun menemui bahtera Nabi Nuh as di tempat lain dan mengambil manfaat daripadanya. Saluran berita milik taikun Yahudi Rupert Murdoch, Fox News pada Jumaat 20 April 2010 melaporkan bahawa penemuan terbaru oleh sekumpulan pengkaji (Kristian) dari Hong Kong boleh jadi benar dan boleh jadi juga tidak. Malah kumpulan pengkaji tersebut juga memberitahu bahawa sekiranya tidak terbukti ia adalah bahtera yang dicari, mereka tidak akan berhenti mencari di lokasi lain. {13} Ia sekaligus memberi gambaran bahawa sememangnya terdapat lokasi-lokasi lain yang disyaki selain Ararat dan Yaman. Maka dengan itu, dakwaan bahawa Yahudi sanggup melakukan apa sahaja termasuk melakukan ekspedisi palsu bagi mengaburi mata dunia mungkin boleh dipertimbangkan.

_____________________________________
1. Genesis 8:4 "Then the ark rested ... on the mountains of Ararat." (NKJV)
2. Lihat artikel Bill Crouse, Archaeology and Biblical Research, Noah Ark : Its Final Berth Vol. 5, No. 3 Summer, 1992
3. Lihat artikel EraMuslim.com, kolum Ustadz Menjawap, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh as
4. Ibnu Katsir, al Bidayah wa an Nihayah
5. Lihat Britannica Encyclopedia, Mount Ararat
6. Lihat Harun Yahya, Perished Nation, Chapter 1, Prophet Nuh (as) and the Great Flood
7. Lihat Muhammad Isa Dawud, Siapakah Penghuni Bumi Sebelum Manusia, hlm 36-52
8. Lihat Ancient High Technology, Evidence of Noah's Flood?
9. Bolshevik dipimpin oleh Vladimir Lenin. Beliau adalah pengasas kepada Parti Komunis Soviet dan USSR. Beliau berketurunan Yahudi sebelah datuk ibunya. Persoalan yang timbul adalah, "adakah Revolusi yang dilancarkan oleh Vladimir Lenin pada 1917 mempunyai agenda tersirat berkaitan Bahtera Nabi Nuh as?". Kemungkinan ini perlu dipertimbangkan memandangkan seorang lagi pemimpin Komunis, Karl Marx merupakan anggota Freemason 31st Degree.
10. Montgomery, pp. 128-131; Cummings, pp. 143-148
11. Lihat TalkOrigins Navarra's Wood 
12. Cornell University's Peter Ian Kuniholm telah mengumumkan bahawa 'sampel' yang telah diujinya hanya berusia 1,400 tahun, jauh lebih muda dari usia yang telah diumumkan sebelum itu.
13. Lihat artikel Fox News, Has Noah's Ark Been Found on Turkish Mountaintop?
 

Sebaik-baik Jin Adalah Sejahat-jahat Manusia (Penipuan Fakta)

Oleh : Abdullah Bukhari Abdul Rahim Al Hafiz {1}

Seringkali dicanang dan dimomokkan di dalam cerita seram yang ditayangkan di television bahawa sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia. {2} Kenyataan ini meragukan kerana tidak pernah dinyatakan asas sandarannya daripada Al-Quran dan hadis. Bagaimanapun, ia seolah-olah sudah menjadi fakta yang diterima ramai sehingga penerbit filem seram berani menggunakan kenyataan di atas sebagai dialog yang digunakan di dalam filem mereka.

Asas pertama yang perlu dipegang apabila membicarakan perihal jin dan malaikat ialah keimanan kepada perkara ghaib. Oleh kerana alam jin adalah alam ghaib yang terhalang daripada alam nyata. Manusia tidak boleh berbicara tentang jin kecuali mengikut neraca Al-Quran dan Al-Sunnah.

Firman Allah SWT :

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

Wahai anak-anak Adam! janganlah kamu diperdayakan oleh Syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapa kamu dari syurga, sambil ia menyebabkan terlucutnya pakaian mereka berdua untuk memperlihatkan kepada mereka: aurat mereka (yang sebelum itu tertutup). Sesungguhnya Syaitan dan kaumnya melihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-Araf :27) 

Hanya kedua-dua sumber itu mampu menelah dan menembusi alam jin. Sesiapa sahaja yang ingin mengutarakan buah fikiran mengenai alam jin perlu terlebih dahulu merujuk Al-Quran dan Al-Sunnah supaya umat Islam tidak berpegang kepada asas yang rapuh, tidak berasas atau disuap dengan fakta karut dan khurafat yang tidak banyak membina iman dan minda.

Kenyataan yang terlalu umum sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia ini secara tidak langsung akan menzalimi sebahagian jin Islam yang dipuji Allah SWT dan disebut kisah mereka di dalam Al-Quran. Mereka ialah generasi awal jin Islam yang bertanggungjawab menyebarkan Islam kepada makhluk jin kerana jin dan manusia mempunyai tanggungjawab agama dan akan dihisab di akhirat kelak (Al-Rahman [55:31-36]).

Generasi awal jin Islam yang disebut kisah mereka dalam Al-Quran ini selayaknya digelar sahabat nabi kerana memenuhi ciri serta takrifan para ulama hadis iaitu sesiapa sahaja yang bertemu dan beriman dengan Nabi Muhammad SAW.

Sekiranya kenyataan sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia ini terus dipegang, kita secara tidak langsung akan menghukum para sahabat Nabi Muhammad SAW jauh lebih jahat daripada manusia, sedangkan para ulama sepakat mengatakan para sahabat adalah adil dan baik.

Generasi awal jin ini juga diiktiraf sebagai rasul atau utusan pendakwah dalam kalangan mereka.

Firman Allah SWT :

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

"Wahai sekalian jin dan manusia! Bukankah telah datang kepada kamu rasul-rasul daripada kalangan kamu sendiri, yang menyampaikan kepada kamu ayat-ayatKu (perintah-perintahKu), dan yang memberikan amaran kepada kamu tentang pertemuan kamu dengan hari (kiamat) ini?"(Al-An'am : 130)

Hakikatnya, para rasul hanya diutus dalam kalangan manusia. Namun begitu, rasul dari kalangan jin dalam ayat ini adalah wakil kepada rasul atau pendakwah dari kalangan jin yang mendengar bacaan Al-Quran yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW(Tafsir al-Razi). Kisah mereka ini boleh didapati di dalam Al-Quran.

Sebuah hadis turut merekodkan baginda Rasulullah SAW pernah memuji para sahabatnya dari golongan jin yang begitu sensitif terhadap Al-Quran. Baginda pernah membacakan surah Al-Rahman dari awal sehingga akhir kepada para sahabat. Selain itu, para ulama hadis seperti Imam Ibn Hajar Al-Asqalani tidak ketinggalan menyenaraikan nama golongan awal jin bersama nama para sahabat nabi yang lain. Antara nama yang disebut adalah Zawba'ah, Al-Adras, Hasir, Khasir dan sebagainya (Al-Isabah fi Ma'rifat aAl-Sahabah).

Mungkin ada segelintir pihak cuba mempertahankan kenyataan meragukan tersebut dengan mengatakan bukti harian jelas menunjukkan jin banyak melakukan kerosakan dan kebiadapan terhadap manusia. Banyak sekali hasutan dan rasukan berlaku yang memporak perandakan hidup manusia. Sebenarnya kejahatan serta kebiadapan itu tidak hanya berpunca daripada jin, bahkan ia juga berpunca daripada kejahatan manusia.

Firman Allah SWT :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٤١)قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ (٤٢)فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

"Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia, (timbulnya yang demikian) kerana Allah SWT hendak merasakan mereka sebahagian daripada balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat)." Katakanlah: "Mengembaralah kamu di muka bumi ini, kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan). Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik." (Al-Rum : 41-42)

Oleh itu, pihak yang selalu menggunakan kenyataan tersebut perlu terlebih dahulu merujuk kepada sumber Islam bagi mengelakkan kejadian sebegini terus berlaku.

_______________________________________
1.Abdullah Bukhari Abdul Rahim Al-Hafiz ialah Pensyarah Jabatan Tilawah Al-Quran, Pusat Bahasa, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia. 
2.Filem lakonan Fara Fauzana dan Mawi bertajuk Jin Notti terbukti menggunakan dialog "sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia" menerusi watak yang dibawakan oleh Fara Fauzana. Secara tidak langsung, kenyataan itu semakin kuat dipegang oleh kebanyakan penonton kini.
 

Jin Islam Dedah Rahsia Segitiga Bermuda

JIN ISLAM DEDAH RAHSIA SEGITGA BERMUDA
Based on Dialog Dengan Jin Islam by Muhammad Isa Dawud
Writer : MacJay.Net Photo : MacJay.Net
|Perhatian : Maklumat dalam artikel ini adakalanya diluar kotak pemikiran biasa para pembaca. Jika mana-mana bahagian dalam artikel ini mengganggu ketenteraman, anda tidak digalakkan untuk meneruskan pembacaan.|

Jin berbeza dengan malaikat. Kesemua Malaikat beriman kepada Allah SWT, sedangkan jin, ada yang beriman ada juga yang kafir seperti manusia. Sebahagian jin ada yang taat kepada Allah SWT dan sebahagian yang ingkar. {1} Golongan Jin ini seperti juga manusia, mereka memiliki pelbagai bangsa, puak dan keturunan. Mereka juga mempunyai sistem pentadbiran yang sama seperti manusia. Setiap puak itu mempunyai ketuanya selain Raja. dari sini terbentuklah Daerah, pentadbiran seterusnya adalah Negeri, dan terakhir menjadi Negara. Bukti kepada pernyataan diatas adalah berdasarkan :
"Dan Allah menciptakan jin dari kobaran api" (Surah ar-rahman : ayat 15) 

"Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku (Allah)" (Surah al-Dzariyat : ayat 56)

"Wahai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dan golongan mu sendiri, yang menyampaikan kepadamu tentang ayat-ayat Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata : Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahawa mereka adalah orang-orang yang kafir" (Surah al-an'am : ayat 130)
Petikan-petikan surah diatas sudah cukup membuktikan bahawa makhluk Jin sememangnya wujud dan tiada sebab bagi umat Islam untuk menyanggah hakikat ini. Sebelum manusia dilantik sebagai khalifah dimuka bumi, makhluk bernama Jin terlebih dahulu menjalani kehidupan mereka dimuka bumi. Namun, sepertimana yang dinyatakan, makhluk Jin sama juga seperti manusia. Kemajuan tamadun bangsa Jin (terutama dalam teknologi Atom dan Fusion) telah menyebabkan mereka ingkar dalam melaksanakan perintah Allah SWT hingga akhirnya membawa kepada kemusnahan tamadun makhluk sebelum manusia ini. {2} Dan pada masa yang Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, Allah SWT telah memperkenankan doa para Jin supaya mereka tidak dilihat oleh manusia. {3} 

 
JIN ISLAM DEDAH RAHSIA SEGITIGA BERMUDA

Muhammad Isa Dawud (MID) dilahirkan pada 1957 di Ismai’iliyah, Mesir. Dibesarkan dan mendapat pendidikan di Kaherah sehingga peringkat Ijazah peringkat Sarjana di Universiti Kaherah. Beliau juga meraih gelaran Lc di bidang sastera dari fakulti Bahasa dan Pengajian Timur, Universiti Kaherah. {4} Dalam karya MID yang bertajuk Dialog Dengan Jin Islam, penulis tersohor itu telah membuat satu pendedahan eksklusif berkenaan Segitiga Bermuda dan 'penghuninya'.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman MID sendiri yang pernah berbicara bersama Jin Islam. MID menjelaskan bahawa, Jin Islam yang menjadi 'rakan'nya itu berasal dari Bombay, India dan merupakan Jin yang berpengaruh kerana telah membawa kira-kira 10 000 jin lain memeluk agama Islam. Sehingga buku itu ditulis, rakan istimewanya itu sudah berusia 180 tahun. {5}
 
Berikut adalah petikan daripada dialog tersebut (klik untuk besarkan ; kiri ke kanan) :
Kedudukan geografi Mesir dan Segitiga Bermuda sebenarnya boleh dikira agak dekat jika diambilkira kemampuan/kelebihan yang dimiliki oleh para Jin. Saya kira pembongkaran Jin Islam itu kepada Muhammad Isa Dawud ada juga kebenarannya, memandangkan 'tidak mustahil untuk seseorang itu berkomunikasi dengan makhluk Jin' sepertimana yang pernah dilakukan oleh beberapa orang lagi penulis, pengamal perubatan dan alim ulama. Ini termasuklah Ustaz Amin yang terkenal dengan program terbitan TV 9, Tanyalah Ustaz. {6}


Muat turun

___________________________________
1.http://ms.wikipedia.org/wiki/Jin
2.Lihat surah al-Baqarah, ayat 30 iaitu: “Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, mereka (malaikat)  berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah…“. Malaikat tahu bahawa hamba Allah yang bakal dicipta nanti (Adam & keturunannya) akan membuat ‘kerosakan’ dan ‘menumpah darah’ (berperang). Ini membuktikan sudah ada kehidupan makhluk lain sebelum manusia yang telah diturunkan syariat Islam. Cuma bezanya makhluk sebelum Adam berbeza dari segi jasad dan kemampuan intelektual.
3.Lihat Muhammad Isa Dawud, Siapa Penghuni Bumi Sebelum Manusia, Pustaka Syuhada (M) 
4.Lihat Ibnuyaacob.com, Profil Muhammad Isa Dawud, http://ibnuyaacob.com/?page_id=185
5.Lihat Muhammad Isa Dawud, Dialog Dengan Jin Islam, Bhg Tamu Kita Dalam Buku Ini, Pustaka Hidayah (I)
6.Ustaz Amin atau nama sebenarnya Muhammad bin Abdullah adalah seorang Ustaz selain menjadi pengacara sebuah program di TV 9.  Ustaz Amin mendedahkan pengalamannya berkomunikasi dengan Jin ketika beliau berada di Makkah. Lihat laman web beliau, http://www.ustazamin.com/2011/03/universiti-kehidupan-191-berbicara.html
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MacJay.Net - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger